JAKARTA - Solo kerap dikenal sebagai kota budaya yang tenang di siang hari, namun suasananya berubah total ketika malam tiba. Saat lampu jalan mulai mendominasi, aroma masakan justru semakin menggoda dari berbagai sudut kota.
Banyak warung makan di Solo yang tidak terikat jam konvensional dan tetap hidup hingga dini hari. Inilah yang membuat kota ini terasa ramah bagi siapa pun yang lapar tanpa mengenal waktu.
Bukan hanya pelancong, warga lokal pun setia datang kembali ke tempat-tempat makan malam tersebut. Konsistensi rasa, harga bersahabat, dan suasana akrab menjadi alasan utama.
Berbeda sudut pandang dari sekadar daftar kuliner, malam di Solo adalah pengalaman sosial yang hangat. Setiap hidangan seperti menyimpan cerita yang terus diwariskan.
Di bawah ini adalah sembilan destinasi kuliner malam di Solo yang selalu ramai dan layak dicatat. Semuanya menawarkan karakter rasa yang berbeda namun sama-sama membekas.
Kuliner Legendaris yang Tetap Bertahan di Tengah Malam
Gudeg Ceker Margoyudan Bukasno selalu menjadi topik pembuka ketika membahas kuliner malam Solo. Warung ini justru mulai beroperasi sekitar pukul 01.30 dini hari hingga pagi.
Ceker ayamnya terkenal sangat empuk dengan kuah santan gurih yang meresap sempurna. Satu porsi biasanya berisi belasan ceker dengan tambahan lauk pendamping.
Antrean di tempat ini hampir tak pernah sepi meski jam bukanya tidak lazim. Banyak pelanggan rela menunggu demi semangkuk gudeg hangat di tengah dingin malam.
Nasi liwet Busar Mie juga masuk dalam daftar favorit yang tak pernah kehilangan penggemar. Warung ini buka sejak sore hingga tengah malam.
Nasi gurihnya disajikan bersama sayur labu siam, areh kental, dan opor ayam lembut. Rasa ringan namun kaya membuatnya cocok disantap perlahan.
Kehadiran Busar Mie sering menjadi tujuan pertama wisatawan yang baru tiba di Solo. Sajian ini dianggap mewakili rasa autentik kota tersebut.
Tempat Nongkrong Malam yang Hangat dan Bersahaja
Angkringan Omah Semar menghadirkan konsep berbeda dari angkringan pada umumnya. Berada di dalam rumah, suasananya terasa lebih intim dan nyaman.
Pilihan nasi kucingnya sangat beragam dan terus diperbarui. Mulai dari nasi teri hingga nasi bandeng, semuanya diminati.
Minuman khas seperti wedang Jokowi menjadi daya tarik tersendiri. Tempat ini buka dari sore hingga tengah malam.
Susu Segar CJ Kadipolo menjadi bukti bahwa minum susu malam hari adalah kebiasaan lama di Solo. Tempat ini sudah ada sejak era 1980-an.
Varian susunya unik dengan racikan tradisional dan nama-nama khas. Biasanya dinikmati bersama roti bakar hangat.
Tempat ini sering menjadi persinggahan santai sebelum pulang. Jam operasionalnya umumnya sampai sekitar pukul 01.00 dini hari.
Sajian Berat untuk Pengganjal Lapar Tengah Malam
Harjo Bestik menawarkan menu khas Solo dengan sentuhan Eropa. Bestik di sini berupa daging sapi atau ayam berkuah gurih manis.
Disajikan bersama kentang, wortel, dan selada, menu ini terasa mengenyangkan. Warung ini sering jadi pilihan makan malam keluarga.
Nasi Kuning Bangro justru ramai saat malam meski identik dengan sarapan. Warung ini buka dari sore hingga sekitar pukul 01.00 dini hari.
Satu porsi nasi kuningnya dilengkapi aneka lauk yang melimpah. Harga yang ramah membuatnya selalu dipadati pengunjung.
Soto Segar Mbak Ronggeng menjadi penyelamat perut di tengah malam. Warung ini buka mulai pukul 23.00 hingga subuh.
Kuahnya bening dan segar dengan isian daging sapi serta soun. Lauk tambahan seperti sate paru juga tersedia.
Penutup Malam dengan Rasa Khas Solo
Seafood Pak Petruk menjadi tujuan pecinta hidangan laut di Solo. Lokasinya strategis dan buka dari sore hingga tengah malam.
Menu yang ditawarkan sangat beragam dengan porsi besar. Datang lebih awal sering disarankan agar tidak kehabisan.
Timlo Maestro kerap dijadikan penutup kuliner malam. Hidangan berkuah ringan ini kaya isian khas Solo.
Isinya terdiri dari telur pindang, ati ampela, dan sosis Solo. Kuah kaldunya gurih namun tetap segar.
Tempat ini dikenal sebagai favorit banyak tokoh nasional. Meski begitu, suasananya tetap sederhana dan ramah.
Kesembilan tempat tersebut menunjukkan bahwa malam di Solo tak pernah benar-benar sunyi. Selalu ada piring hangat yang siap menemani.
Kuliner malam Solo bukan hanya soal rasa, tetapi juga kebiasaan dan kebersamaan. Setiap kunjungan selalu menyisakan rindu.
Dengan pilihan dari yang buka dini hari hingga tempat nongkrong santai, Solo layak disebut kota ramah bagi pencari makan malam. Pengalaman ini akan sulit dilupakan.